Materi Ilmu Pengetahuan Sosial Tema 4
LETAK NEGARA INDONESIA
Letak
Negara Indonesia
· Letak
geografis : letak suatu daerah yang dilihat dari kenyataannya di bumi.
Indonesia terletak di antara dua benua yaitu benua Asia dan benua Australia,
dan dikelilingi dua samudra yaitu Samudra Pasifik dan Samudra Hindia. Indonesia
terletak di benua Asia, tepatnya Asia Tenggara.
· Letak
astronomis : letak suatu daerah berdasarkan posisi garis lintang dan garis
bujur. Garis lintang : garis-garis yang melingkari atau mengelilingi permukaan
Bumi secara melintang. Garis bujur : garis yang menghubungkan Kutub Utara dan
Kutub Selatan. Garis bujur bentuknya vertikal. Indonesia terletak antara 60
LU – 110 LS dan 950 BT – 1410 BT. Indonesia
dilalui garis khatulistiwa sehingga memiliki dua musim yaitu musim penghujan
dan kemarau, serta satu iklim yaitu iklim tropis.
· Wilayah
paling utara Indonesia: Pulau Miangas.
· Wilayah
paling selatan Indonesia: Pulau Rote.
· Wilayah
paling Barat Indonesia: Pulau Weh.
· Wilayah
paling timur Indonesia: Kota Merauke.
Batas
wilayah Indonesia
Ø Utara
: Malaysia, Singapura, Filipina
Ø Selatan
: Australia, Timor Leste
Ø Barat
: Samudra Hindia
Ø Timur
: Papua Nugini dan Samudra
Pasifik
Wilayah
Indonesia sangat strategis (berada pada posisi silang), memiliki keuntungan
berdasarkan letak geografis:
a.
Posisi silang dua benua
dan dua samudera membuat Indonesia berada di jalur lalu lintas internasional
b.
Indonesia kaya budaya,
suku bangsa, bahasa, dan adat istiadat
c.
Kaya hasil laut seperti
ikan, kerang, minyak bumi
d.
Indonesia beriklim
tropis sehingga memiliki hutan luas dan lebat yang kaya berbagai jenis tumbuhan
dan hewan
e.
Kaya peradaban dunia:
kebudayaan Islam, Hindu, Budha, Kristen dll
Sebutan
Negara Indonesia Berdasarkan letak Indonesia, maka Indonesia
dikenal dengan berbagai sebutan di antaranya:
a.
Nusantara : Sebutan
Indonesia pada zaman dahulu
b.
Kepulauan : Wilayah
Indonesia yang tersusun atas pulau-pulau (dari Sabang hingga Merauke)
c.
Negara Maritim :
Wilayah Indonesia sebagian besar terdiri atas lautan/ perairan. Luas lautan
lebih besar dibandingkan dengan luas daratan. Oleh karena itu, penduduk
Indonesia banyak memanfaatkan sumber daya kelautan untuk memenuhi kebutuhan
hidupnya.
d.
Negara Agraris : Negara
yang sebagian besar penduduknya bekerja sebagai petani yang mengolah lahan
pertanian. Mata pencaharian yang paling banyak di Indonesia di bidang pertanian
sehingga kehidupan rakyat bergantung pada hasil pertanian.
e.
Zamrud Khatulistiwa :
Negara Indonesia dilalui garis khatulistiwa dan terdapat hutan tropis yang
ditumbuhi banyak tumbuhan.
Pengaruh
Letak Indonesia di Bidang Sosial
Indonesia
memiliki banyak gunung api yang menyebabkan tanah di Indonesia subur dan mudah
ditanami tanaman pangan. Sebagian besar memanfaatkan setiap musimnya untuk
menanam dan memelihara tanaman. Salah satu contohnya adalah Subak di Bali.
Subak merupakan kelompok petani di Bali yang memanfaatkan sistem irigasi/
pengairan sawah bersama. Melalui Subak, masyarakat tidak hanya dapat memenuhi
kebutuhan untuk menanam tetapi adanya gotong royong dan keadilan bagi semua
orang.
Kenampakan
alam yang ada di Indonesia mempengaruhi cara masyarakat dalam memanfaatkan
sumber daya alam yang ada untuk kehidupannya. Cara hidup masyarakat ini yang
membentuk kebudayaan di setiap kelompok masyarakat. Kebudayaan masyarakat
menyesuaikan dengan lingkungan masyarakat tersebut tinggal. Contohnya
masyarakat suku Tengger yang hidup di sekitar Gunung Bromo. Mereka hidup
melalui kegiatan pertanian maupun perkebunan karena berada di wilayah yang baik
untuk pertanian sayur maupun perkebunan teh. Setiap hasil panen mereka akan
dipersembahkan sebagai rasa syukur. Upacara tersebut dikenal dengan Upacara
Kasodo. Melalui upacara tersebut, masyarakat berkumpul untuk saling berbagi
Pengaruh
Letak Indonesia di Bidang Ekonomi
Letak
Indonesia sangat strategis berada di tengah-tengah jalur perdagangan karena
letaknya diantara dua samudera yaitu Hindia dan Pasifik serta dua benua yaitu
Asia dan Australia.
Indonesia
selalu dilalui oleh kapal-kapal yang membawa komoditas/ barang-barang
perdagangan dari satu negara ke negara yang lain.
Indonesia
yang memiliki potensi laut yang sangat besar, merupakan penghasil terbesar
produk rumput laut dan tuna. Indonesia merupakan penghasil terbesar kedua
setelah Cina untuk kepiting dan udang.
Berikut
merupakan beberapa daerah penghasil hasil laut di Indonesia:
1.
Sumatera dan Jawa Barat
: Udang Jawa,
2.
Sumatera, dan
Kalimantan : Kepiting
3.
Sulawesi dan Nusa
Tenggara : Rumput laut Papua,
4.
Maluku, dan Sulawesi
Utara : Tuna
Selain
itu, Indonesia menyimpan potensi 70% minyak karena Indonesia terdapat 40
cekungan minyak yang berada di perairan Indonesia.
Indonesia
sejak dahulu terkenal sebagai penghasil rempah-rempah.
Banyak
hasil pertanian maupun perkebunan yang menjadi komoditas ekspor.
Olahan
hasil pertanian maupun perkebunan juga banyak yang kemudian menjadi komoditas
ekspor yang akhirnya membantu masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Semua
potensi maritim maupun agraris di Indonesia berguna bagi kemakmuran dan
kesejahteraan rakyat Indonesia.
Sebagai
negara kepulauan, Indonesia juga memiliki tantangan.
Sistem
komunikasi dan transportasi menjadi faktor penting dalam meningkatkan
perekonomian.
Jaringan
komunikasi memudahkan masyarakat dalam berbagai transaksi ekonomi.
Sistem
transportasi yang baik dan merata sangat membantu dalam sistem pendistribusian
barang maupun jasa.
Wawasan
Nusantara
Wawasan
Nusantara merupakan wawasan nasional yang bersumber pada
Pancasila dan berdasarkan UUD 1945. Wawasan Nusantara mengutamakan kesatuan
wilayah dan menghargai kebhinekaan/ keragaman untuk mencapai tujuan nasional.
Dalam
kesatuan ekonomi, Wawasan Nusantara mencakup hal-hal berikut:
a.
Semua kekayaan yang
terdapat di Indonesia merupakan modal dan milik bersama bangsa. Kebutuhan untuk
keperluan hidup sehari-hari harus tersedia merata di seluruh wilayah tanah air.
b.
Tingkat perkembangan
ekonomi haruslah seimbang untuk seluruh wilayah di Indonesia, tanpa
meninggalkan ciri khas dari setiap daerah dalam upaya pengembangan kehidupan
ekonominya.
c.
Kehidupan perekonomian
di seluruh wilayah Nusantara merupakan satu kesatuan ekonomi yang
diselenggarakan sebagai usaha bersama atas asas kekeluargaan dan ditujukan bagi
sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
Komponen-komponen
penting yang ada pada peta
1.
Judul Judul peta
menunjukkan isi peta tersebut. Biasa di tulis pada bagian atas peta.
2.
Skala Skala peta adalah
angka perbandingan antara jarak pada peta dan jarak sebenarnya dipermukaan
bumi.
3.
Simbol Simbol adalah
gambar atau warna tertentu pada peta untuk mewakili objek dalam peta. Pada peta
terdiri atas simbol garis, titik dan area. Masing-masing simbol memiliki ciri-ciri
yang khusus. Simbol garis digunakan untuk menunjukkan objek seperti jalan dan
sungai, simbol titik digunakan untuk menunjukkan objek seperti gunung dan ibu
kota, serta simbol area (biasnya dalam bentuk warna) berupa luasan, seperti
daratan dan lautan.
4.
Garis astronomi
merupakan garis khayal pada muka bumi.
5.
Garis lintang dan garis
bujur Garis mendatar (horizontal) pada peta yang membagi bumi menjadi bagian
utara dan selatan disebut garis lintang. Garis menurun atau garis tegak pada
peta yang membagi bumi menjadi bagian barat dan timur disebut garis bujur. Garis
lintang dan garis bujur menunjukkan posisi astronomis.
6.
Legenda merupakan
keterangan beberapa simbol yang digunakan pada peta untuk memudahkan pengguna
peta memahami isi peta.
7.
Keterangan Keterangan
peta berisi informasi yang terdapat dalam peta, misalnya penjelasan tentang
simbol-simbol peta.
8.
Mata angin Mata angin
digunakan untuk menentukan arah. Biasanya, arah mata angin pada peta menunjuk
ke arah utara

Link Soal:
Latihan Soal IPS Tema 5